Minggu, 13 Januari 2013




PRINSIP METODE MARIA MONTESSORI

Prinsip-prinsip yang digunakan dalam metode Maria Montessori adalah metodeStudent Centered Learning. Maria Montessori mengajarkan anak untuk lebih aktif  berperan serta dalam pembelajaran. Dia menerapkan belajar sambil bermain agar anak-anak lebih dapat mengerti bahan yang dibahas. Secara garis besar Montessori juga membantu para orang tua dalam menerapkan pola pengajaran yang sesuai bagianaknya.
1.3 Pengaruh metode Maria Montessori terhadap perkembangan kognitif,afektif, dan psikomotorik 
Setiap manusia terdiri atas 3 kemampuan, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor, olehkarena itu penulis akan membahas mengenai kelebihan dengan metode MariaMontessori dari 3 segi.
A. Kognitif B. Afektif (emosi)
- Tidak boleh dipaksa- Proses pendidikan harus dengan kemauan anak sendiri- Anak harus merasa senang dalam belajar SKEMA dan CERITAMelalui alat yang digunakantanpa dipaksa
Membuat anak melakukan sesuatuAnak menjadi senangcerita :Pada hari Ibu, anak-anak diminta menggambar atau membuat sesuatu untuk ibu. Anak diberi pengertian bahwa apa yang akan mereka buat adalah tanda rasa sayang mereka pada ibu, sehingga anak akan membuat sesuatu untuk ibunya tanpa dipaksa.
http://htmlimg4.scribdassets.com/9jchrld6kgib12q/images/2-f0984029a9.jpg
 
C. Psikomotor
CERITA:Saat bermain, anak-anak diminta untuk membuat kelompok kecil bersama teman-temannya. Kemudian disediakan alat-alat seperti sekop kecil, pasir, batu-batuan,gerobak kecil. Tiap kelompok diminta untuk membuat suatu bangunan sederhana, dari permaina tersebut anak-anak dapat belajar bekerja sama untuk membangun bangunansederhana tersebut.
1.4 Tujuan Metode Maria Montessori
Tujuan penggunaan metode Maria Montessori adalah membantu para orang tua dalammenerapkan pola pengajaran yang efektif bagi anak mereka. Penerapan metode belajar yang baik sangat berperan penting dalam pembentukan kemampuanintelektual, kepribadian, dan dalam hubungan sosial dan emosional. Hal inidikarenakan umur lima tahun merupakan umur emas. Dikatakan umur emas karena pada saat ini kemampuan intelektual anak sedang meningkat sampai taraf optimal.Jadi orang tua harus menerapkan metode pengajaran yang baik kepada anak mereka.Sebelum membina perlu menentukan seperangkat nilai yang mau ditanamkan. Watak kepribadian macam apa yang ingin dilatihkan dan dikembangkan? Sikap sosialmacam apa yang hendak kita bangun? Kegiatan atau pengalaman apa yang hendak kita berikan untuk membangun etika dan moral yang baik sesuai dengan usia? Namunyang paling penting adalah nilai, etika dan moral dari sikap dan perilaku orang tuanyasendiri. Nilai apa yang hendak kita transferkan kepada anak-anak? Kita dapat mencari"potret" orang tua yang positif dalam menanamkan nilai-nilai. Pendekatan macam apayang hendak kita gunakan secara positif.




TEORI JOHAN PESTALOZZI
         
           Dengan memakai metode pengalaman, maka Pestalozzi dalam merumuskan dasar-dasar kurikulumnya menggunakan akal, tubuh dan hati, sebagai tiga point yang penting dalam proses pembelajaran yang dianjurkan oleh Pestalozzi dengan memanfaatkan pancaindera dari naradidik. Oleh sebab itulah, Pestalozzi berharap agar pendidikan ini dapat dirasakan oleh setiap anak tanpa memandang status sosialnya. Kesetaraan dalam menerima pendidikan itulah yang sebenarnya menjadi point penting yang diinginkan oleh Pestalozzi bagi anak-anak, karena semua ini merupakan sebuah dobrakan yang diberikan agar pendidikan dapat dirasakan oleh semua golongan masyarakat.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar